Laman

--------------------------------- Memotret kehidupan dalam suatu rangkaian bahasa dan frasa 8.) ---------------------------------
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

10 September 2013

syukurbinikmat

Bismillah..dear blogkusayangblogkumalang , pada kesempatan kali ini ananda akan mengabadikan ceritera di Ahad kemarin. bertepatan pada tanggal 8 September 2013 atau hari kedua di bulan Dzulqaidah, ananda telah melangsungkan syukurbinikmat karena pada tanggal tersebut adalah H minus lima ananda akan menikah. dipimpin oleh ibu Hj. Aah, lalu dilanjutkan tawasul oleh Ustadz Abdurrahman, kemudian kami membaca surah Yasin, dilanjutkan dengan surah Ar-Rahman, sampai pada puncak acara, ibu membacakan kata-kata untuk melepas ananda, merelakan ananda dibawa pergi oleh lelaki pilihan ananda, dan memberikan doa restuya. setelah itu tiba giliran ananda untuk membacakan permohonan izin dan restu untuk menikah, ucapan terimakasih karena kedua orang tua ananda telah memperkenankan ikatan suci diantara kami, yang akan sah pada hari Sabtu tanggal 14 September 2013 nanti, insha Allah. belum sempat membaca, bulir-bulir bening dari mata ananda tak mampu dibendung lagi. tetiba air bening merebak dari sesudut mata ananda, haru, terdiam beberapa saat, semuanya hening, menantikan suara ananda keluar, dengan tangan bergemetar memegang microphone, ananda coba berbicara walau terbata karena isak yang belum bisa dihentikan, ananda tidak hafal betul bagaimana isi dari buku saku yang ananda baca tempo hari, tapi akan ananda coba tuliskan seingat ananda, kira-kira begini isinya, kurang dan lebihnya mohon dimaklumi.. "bismillahirrahman nirrahim... Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.. ibu.. bapa...sungguh teramat besar kasih sayangmu, namun.. sampai saat ini ananda belum bisa membalasnya, bahkan mungkin tak akan pernah mampu ananda balas, ibu...bapa...ananda sangat menyadari, betapa banyak kesalahan dan kekeliruan ananda, ananda memohon, kiranya ibu dan bapa dapat memaafkan ananda.. ibu..bapa..selanjutnya ananda akan melaksanakan sunatullah dan sunaturasulullah, pada hari sabtu tanggal 14 september 2013, ananda akan menerima janji dari lelaki pilihan ananda, berjanji bersamanya untuk membentuk keluarga sakinah mawadah dan rahmah, ibu.. bapa..untuk itu ananda memohon izin dan doa restu kepada ibu dan bapa, agar berkenan menikahkan ananda kepada seorang lelaki, insha Allah calon imam dunia akhirat ananda yang bernama '..... ........ .......' semoga pernikahan kami membawa rahmat dan keberkahan dari-Nya, serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat-Nya kelak." aamiin kira-kira begitu isinya, namun sebelumnya ananda memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ananda lupa teks aslinya, maka kutipan tersebut sudah mendapatkan penambahan atau pengurangan beberapa kata oleh sebab diri ananda sendiri. bagaimana ananda tidak menangis, maknanya sangat dalam, ini adalah hari-hari terakhir ananda mengutamakan diri pada kedua orangtua, beberapa hari lagi akan ada yang lebih berhak atas semua diri ananda, atas seluruh bakti ananda, atas keutamaan diri ananda, yaitu suami ananda kelak. semoga Allah senantiasa mengiring kami ke dalam jannatul firdausnya. aamiin . berikut adalah salah satu foto ananda pada saat acara yang sempat di capture oleh adik ananda sendiri, Aulia Madina .special thanks for her :* you do not know, how i love you so much dear :)

di Masjid Jami Husnul Khotimah, kelak di tempat ini lah perjanjian besar akan terucap, menguncang arsy-Nya :) itu ananda duduk di dekat mimbar bersebelahan dengan ibu ananda memakai jilbab putih-putih... *maaf yaa teman-teman, karena koneksi ini modem lambat sekali, jadi fotonya lama nian di upload nya , ananda keburu ngantuk, padahal banyak foto yang ingin ananda bagi dan ananda ceritakan, sekarang sudah pukul sebelas malam lewat tiga puluh delapan menit. sudah waktunya untuk istirahat. semoga apa-apa yang ditulis di dalam blog ini tidak menimbulkan kemudharatan :) billahitaufiq wal hidayah wa ridho wal inayah wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.... Bandung, H-4 Menjelang Pernikahan 10-09-2013

23 Juli 2013

masih diberi-Nya kesempatan waktu, nafas, dan hidup di tengah hingar bingarnya dunia. seperti biasa, menjalani hari dengan rutinitas yang melulu itu itu saja. dan pada suatu waktu aku mengajaknya duduk di atas bangku taman dibawah rindang pohon menikmati semilir musim penghujan. kubawakan sebotol susu hangat dan setangkup roti gandum untuk disantap berdua. ya, hanya berdua saja di akhir pekan, dari siang hingga menjelang petang. aku disampingnya, memerhatikannya lamat-lamat dalam hening gerimis dan gemerisik dedaun. namun kita tak mau beranjak dari bangku taman. dia tetap hangat dengan jilbab tebalnya. aku pun hangat dengan mantel rajutan tangannya. seperti dikebanyakan pria, malah mungkin aku lebih buruk dari mereka, tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya. ya, tentu saja untuk istriku, yang telah menitipkan hatinya padaku, yang telah percaya padaku untuk kutuntun, yang kuharap jodoh dunia akhiratku. dalam kebenarannya sebenarnya aku malu mendatanginya di awal-awal temu. tapi sungguh tidak ada alasan untuk meninggalkan kesempatan. aku yang dulu pernah malu mendatangi nya dengan membawa masa lalu. yang ku kunci rapat-rapat, kuikat kuat-kuat, dalam koper rahasia. tetiba aku pun tersenyum ketika Mutia istriku menyadari sejak tadi ia ku perhatikan. dia nampak tersipu sambil merunduk. usia pernikahan ku yang masih terhitung hari masih membuat kita belum leluasa. lalu kuberanikan diri untuk memulai dialog dengan nya. “istriku, bolehkah abang bertanya tentang sesuatu?” sambil kutatap lembut kedua matanya. dia hanya tersenyum tanpa sepatah kata terucap. “senyummu itu artinya boleh bukan? :)” sambil kubalas senyumnya, “bagaimana pendapatmu tentang ‘masa lalu’?” hening menyelinap sekian detik, “memangnya kenapa bang?” diam. “setiap orang pasti memilikinya bukan?” jawabnya retoris. seketika terhenti oleh suara angin yang berembus sedikit kencang. “sebenarnya untuk apa digali-gali :) padahal orang tersebut ingin sekali menguburnya dalam-dalam, lalu kenapa kita susah-susah menggalinya lagi.” “begitukah?” balasku tersenyum lebih lebar. “lalu seberapa besar penerimaanmu terhadap masa lalu orang lain?” tanyaku kembali. “sebesar dan sejauh mana orang itu mau menerima masa lalunya sendiri, lalu seberapa besar usahanya untuk memperbaiki diri, bangkit dan keluar dari lubang masa lalunya, sebesar apa kemauannya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari masa lalu nya. tak usah dipermasalahkan. karena aku pun punya masa lalu. aku pun sedang belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari masa lalu ku sendiri.” jawabnya pelan. dan aku pun tersenyum lega :)

18 Juli 2013

seperti yang sering terpikirkan sejak dahulu. mengenang perjuangan kedua orang tua yang bertumpah peluh demi buah hatinya. tak ada lelah yang diperlihatkan meski sebenarnya aku tau mereka merasakannya. sungguh pengorbanan yang mereka beri tak akan pernah bisa digantikan oleh apapun, oleh siapapun, dan bagaimanapun. memutar memori berbelas taun silam. ketika aku melihat kain ibu penuh dengan darah saat si bungsu lahir ke bumi. air mukanya nampak bahagia meski sebenarnya aku pun tau beliau teramat sangat kesakitan. sakit luar biasa. mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan buah hati. tapi ibu nampak begitu cantik dengan kerelaannya melahirkan. meski ia tau bahwa ia sedang berada dalam ambang kematian. namun sakit itu dimatanya tak menjadi seberapa ketika menatap wajah buah hatinya terlahir selamat. lalu ia biar kan si kecil menginisiasi air susu di atas dadanya. ibu, sayangmu sungguh meraksasa. doakan aku agar mampu menjadi seorang ibu sepertimu. aku pun melihat ayah yang memberi semangat tiada henti. menggenggam erat tangan ibu. saling bertatapan mata. seakan batin mereka berbicara meski kata tidak terucap, “sayang, kau pasti bisa, kau pasti kuat!!” lalu ayah kecup kening ibu, membelai ubun-ubunnya dengan sepenuh kasih. kulihat mulutnya tak henti bergumam. mungkin ayah sedang kirimkan doa untuk ibu dan bungsunya. semoga Allah berikan selamat untuk keduanya. Alhamdu Lillah. nampak kebahagiaan dari raut muka ayah, ketika mengetahui ibu dan bungsu selamat. ayah ciumi tangan ibu sambil berkata pelan. pelan sekali tapi masih bisa kudengar, “terimakasih sayang :)”. senyum sumringah ibu berikan untuk ayah. lalu ayah hampiri si bungsu. di adzani di kedua telinganya. tak lupa aku dan adikku pun disuruhnya mengadzani bungsu. ternyata si bungsu laki-laki. ganteng sekali seperti ayah :) ayah, cintamu begitu luar biasa. doakan aku agar aku didampingkan dengan orang yang cintanya seperti ayah. lalu saat ini. ada harapan-harapan terbaik untuk masa-masa ku ke depan. yang entah besok atau lusa akan seperti ibu. yang didampingi orang seperti ayah. dalam doa demi doa yang tiada berputus, aku bersyukur karena telah berada dalam asuhan ibu dan ayah. memberikanku sentuhan dalam didikannya hingga aku pun berkarakter. membesarkanku hingga suatu saat aku pun akan dilepas. lepas dan dibiarkan jauh. terbang bebas mengangkasa dengan pendampingku. maka mengenang kesemua itu, aku abadikan disini dalam serangkai kalimat. hingga kelak menjadi bacaan untuk generasi ku. biar kelak ia akan tau bahwa aku teramat bangga dengan kalian. ibu dan ayah. biar kelak ia tau bahwa nenek kakeknya adalah luar biasa. ibu dan ayah.

09 Juli 2013

yes. . . i will :>

Selamat Siang Blog ku yang sudah lama tak ter-urus.. apa kabarmu . sudah waktunya untuk membersihkan mu dari sarang laba-laba dan debu-debunya. Lalu membubuhkan wewangian dengan cerita bahagia yang segera akan ku ceritakan setelah prolog yang tidak begitu penting ini :D semoga kamu merindui tangan ku yang suka sekali mengisi ruang-ruang mu. walau hanya sekedar memenuhi mu dengan omong-omong belaka. omongan yang kosong, omongan yang berisi, omongan yang berbobot, omongan yang berbibit, omongan curhat, omongan yang sekedar basa-basi, atau omong-omong lainnya. apa kamu tau ? saat ini sedang ada hal yang sedang aku pikirkan, cukup membuatku berpikir sedikit agak keras, tapi menantang untuk dijalani, menyenangkan untuk dilalui, dan tentu saja menggembirakan untuk diceriterakan . iya lestari... kamu jalani saja, nikmati prosesnya, ikuti lajunya, biarkan mengalun sesuai dengan aturan-Nya, biarkan mengalir dalam batasan-batasan-Nya, ini memang sedang masa-masanya untuk kamu melaluinya. Takdir , tertakdir, ditakdirkan, atau suratan takdir :D (monolog) . begitulah kata-katanya hanya untuk memberikan efek sedative untuk diri sendiri. apa benar-benar sudah siap kamu les? beneran? yakin? seratus persen? tapi kelakuan kamu itu leess ko kaya masih bocah. beberapa kalimat tanya yang sering bermunculan saat ini. tapi pikirku kembali pada nawaitu nawaitu nawaitu. Justru nawaitu nya yang ter-a-mat-sa-ngat-pen-ting untuk diluruskan. kalau niatnya bukan karena-Nya, tentu saja akan cepat limbung. kalau sudah begini, seketika teringat dengan apa yang Rasul katakan : hai aisyah...berlakulah seperti singa terhadap lawan jenis mu(tanpa basa-basi) , (singa? rawwrr . .. .yup, i see) . tapi ,berlakulah selembut-lembutnya terhadap suamimu ,baiklah :> lalu ditegaskan pula oleh Nabi Muhammad, tentang pedoman dasar bagi yang mau memasuki gerbang pernikahan, jika ingin rumah tangga yang dibangun menjadi surga dunia, maka fondasi utama dan nawaitu nya haruslah bersandar pada agama dan sunnah Rasul. jika kita menikah hanya karena berporos pada rupa si akhwat yang biuti atau si ikhwan yang hensem maka lama-lama akan pudar rasa yang telah tumbuh seiring dengan semakin berkurangnya rupa sewaktu muda, yang lambat laun akan kian mengerut, menua, menguban, memeot, menciut, mengompong, melebar, menggendut, dan meng- meng- lainnya . jadi lestari yang kelakuannya seperti masih bocah, kamu harus lurusken niat terlebih dahulu, untuk apa kamu menikah? Mau apa? Mau bagaimana? Apa yang dicari? Mau dibawa kemana kamu dan generasimu nanti? apa yang akan kamu lakukan setelah nya? Lalu kemudian, kau pun harus punya keyakinan, yakin sekali, haqul yakin, bahwa kamu harus bisa mengurusi dirimu sekaligus pendampingmu pula pekerjaan rumahtanggamu ditambah bocah-bocah ajaib mu kelak. insya Allah…. Belum terlambat dan tidak ada kata terlambat. Ayok lestari.. segera persiapkan dirimu untuk menjadi ibu dan istri shaliha, banyak-banyak cari ilmunya, banyak-banyak baca, belajar mandiri, tidak cengeng (lagi), tidak boros, jangan males (lagi), belajar anggun,belajar kalem nan elegan :D belajar dewasa, harus siap menjadi superwomn , beautywfe dan wondermama, harus bisa serupa dengan bunglon, yang mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi :D multi talenta, cerdas, kreatif, inovatif :D siap menjadi koki alakadarnya, siap menjadi guru, siap menjadi madrasah, siap jadi tempat bersandar, siap jadi tempat gelendotan, siap jadi tempat bercanda, siap jadi tempat manjamanja, siap jadi tempat berkeluh dan berkesah,siap berduka sama-sama, bersuka apalagi :D siap jadi sekertaris pribadi, siap jadi bendahara, siap mendorong dari belakang, siap membuntuti, siap meneladani, siap mengikuti, siap menjadi makmum, siap di imami, siap diatur, siap diperintah, siap dibimbing, siap dituntun, siap disuruh-suruh, siap dimarahi, siap disamping beriringan, siap mendampingi, siap menggandeng dan digandeng, siap mengabdi sepenuh bakti, siap jadi inem pelayan titiktitik, siap melayani dan berkontribusi, siap beramal jama'i, siap bahagia, siap memanen pahala, siap ini siap itu dan masih banyak lagi yang harus dipersiapkan dan disiapsiapkan. Ok lestari… are you ready? .. yesshh (99 x)..i'm ready . jadi intinya ,Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang, hanya karena-Nya , aku mau menikah dengannya . semoga Allah selalu merahmatinya. Teman-teman sekalian yang budiman dan rupawan serta dirahmati Allah :)terimakasih telah menyempatkan diri untuk membaca racauan ini :) minta doanya ya… semoga segala persiapan dan seterusnya selalu diberi kelancarandan kemudahan oleh Allah Ta’ala. Aamiin…….. .yasudah, cukup dulu cerita untuk saat ini yah. begitu saja . itu saja . semoga kesejahteraan dan keselamatan-Nya selalu ada menaungi kita semua . aamiin . aamiin . aamiin Ya Rabbal ‘alamin.

27 Mei 2013

membuat komitmen ini berarti membicarakan banyak hal yang baik-baik. nantinya akan ada sesosok pemimpin yang memimpin barisannya. yang dipimpin pun nantinya akan sepenuh bakti pada pemimpinnya. jika Allah percaya, kelak akan ada jundi-jundi yang membuat semakin ramai. jundi yang menjadi amanah. bukan sekedar amanah. tapi juga pertanggunganjawab untuk masa-masa mereka ke depan. mewujudkan satu persatu harapan bersama. membangun rumah sederhana yang nyaman. menanti muda yang lambat laun kian menua. keriput, beruban, dan ompong sama-sama. tentu saja bahagia bersama. menyematkan warna-warni di setiap harinya. seperti spektrum pelangi. teman diskusi yang ada selalu. bercanda, tertawa, dan bersyukur bersama. membangun rasa kagum yang semakin menjadi. disiram-sirami perhatian biar makin subur. lalu berbuah dan menebar manfaat untuk sesama. saling percaya satu sama lain. semua itu tentu jika Allah meridhoi.

09 Mei 2013

mahabbah

sahabat, apakah kau tau, aku bahagia sekali, kawanan debar sedang bergemuruh di dadaku. hari ini akan aku kenakan baju tercantik yang aku punya, sekedar untuk menemuinya. sahabat, beliau yang aku kagumi, datang dengan kesederhanaannya yang menciri khas. mengetuk pintu rumah, ibu yang bukakan pintunya. dibawakannya aku separsel buah. dia juga bawakanku setangkai bunga, dan sepasang cincin, yang dalam hitungan menit akan sama-sama melingkar dijariku dan dijarinya. wajahku tiba-tiba merona. memerah seperti kepiting rebus. malu-malu aku pun tersipu. sahabat, aku bahagia, dia meminta izin dari ayah dan ibu ku untuk membawaku hidup bersamanya. tau kah kau sahabat, bahwa aku bahagia benar-benar, teramat sangat bahagia. aku pun mulai mengerti apa itu cinta. lambat laun aku bisa memahaminya. ternyata, ada yang cemburu padaku. tapi, seketika ingatanku tertuju pada Yang Maha Pencemburu. Allah. bukankan seharusnya hanya Engkau satu sebaik-baiknya tempat labuhan segala rasa. dan maka seharusnya lebih besar yang mana? antara cinta pada orang yang aku kagumi? atau cinta pada Dzat yang telah menghadirkan cinta untuk orang yang aku kagumi? jadi sahabat, pantaskah aku mencintainya lebih dari cintaku pada-Nya?

16 Februari 2013


…………………….
memang.. tidak akan pernah ada kata cukup untuk sebuah kebersamaan. satu dua bulan. pertemuan denganmu memang sangat sangat begitu singkat. ketika kehendak Allah berbeda pada setiap makhluknya. dan ketika ditakdirkan untuk menapaki jalan yang berbeda pula. direnggangkan dengan jarak yang menganga. hingga akhirnya mengurangi frekuensi untuk menemuimu. lalu ikut terjun dalam aksi-aksimu. ini tidak akan pernah dirasa cukup setelah akhirnya lama tak menjumpaimu lagi. tapi.. pernah kecemplung dalam duniamu adalah kesempatan yang tak pernah jadi percuma.  kau menawan hati. semestamu banyak sekali berikanku inspirasi. semoga masih mau menganggapku bagian kecil darimu. maaf untuk ke-pasif-an-ku yang semakin menjadi :>
sepertinya Allah sudah banyak bukakan jalan kebaikan untukmu. meladangkan pahala untukmu. serentet aksi sosial menunggu ada campur tanganmu disana. terus menumpuk hingga jadi bukit-bukit yang berubah jadi gunung-gunung. kemudian membiarkanmu terus mengepakkan sayap agar kau gagah beraksi dalam laga kemanusiaan. sedikit menyentuhnya dengan ke-sukarelawan-an-mu. kukira Allah sudah menuliskan skenario paling baik untuk kelanjutan cerita darimu.
aku penggemar lamamu yang disini selalu menunggu cerita-cerita heroikmu. terus beramal sampai titik terjauh. dan berguna sampai hitungan terbanyak. semoga gerakmu selalu kembali pada niat hanya karena-Nya. langkahmu selalu dikawal oleh-Nya. bukankah Allah itu maha baik? maka semua usahamu itu tidak akan ada yang luput dari penilaian-Nya. tidak sia-sia. dan kelak balasan-Nya ada di atas sana. aamiin. insya Allah.
kamu sudah mulai oprec gelombang keenam ya? semoga barisanmu semakin panjang, solid, kokoh, berkualitas karismatik, bermanfaat, dan bersahaja. aku yang selalu suka dengan gebu semangatmu. dengan bara ghiroh-mu. dengan slogan khas ke-kamu-kamu-an-mu.
“pengabdian, kontribusi, melayani dan eksekusi. berangkat dari hati yang tak mati. berangkat dari jiwa ingin memberi dan berbagi. berangkat dari hadist dan ayat al-qu’ran yang menyerukan untuk kamu mengabdi, menolong orang lain. berangkat dari ingin selalu belajar, bermanfaat dan berkontribusi, dengan apapun juga.”
teruntuk vol-d
dari yang tak lupa bersyukur telah dipertemukan denganmu lalu dikenalkan dengan seluruh isi tentangmu.
banyak-banyak terimakasih :)
…………………….

15 Februari 2013


dear bandung, taukah kau? kau adalah yang tiada pernah terbuang dari ingatanku tentangmu. 27 februari nanti genap sudah setengah taun aku meninggalkanmu, gak kerasa yaa? waktu memang selalu begini. bisa membuat yang lama terasa cepat. sekarang ini rasanya ingin sekali mendiami tanahmu lagi. apa kau masih mau menerimaku disana? semoga iya :D bagaimana kabarmu bandung? apa sama dengan kota ku saat ini. musim penghujan yang lagi betah di bumi jakarta sampai-sampai tak mau merembesi dan tak mau melebur dengan tanahnya sendiri. banjir. kuharap tidak :) kamu tau? kini aku sedang serba merinduimu. rindu di setiap fase 24 jam dalam semestamu. sedang merinduimu saat pagi hari. dengan semburat warna merah kekuningan, kadang masih biru kehijauan. serupa zamrud yang menempel di langit. membingkai jendela kamar. kamu cantik sekali. sedang merinduimu saat siang hari. walaupun kadang udaramu tak sesejuk dulu. kini udaramu sudah makin dan semakin berpolutan. pengap. asap knalpot menjelaga dimana-mana. tapi tenang saja bandung, kamu masih tetap cantik alakadarnya :) sedang merinduimu saat sore hari. antara jam 3 sampai dengan jam 5 sore saat matahari sudah 1 per 4 menggantung di ruang langit. apalagi ditambah hujan rintik kecil. lagi-lagi kamu cantik sekali. sedang merinduimu saat malam hari. saat akhirnya sunyi menjadi ratunya. diiringi dengan orkes jangkrik. angin malam yang segar membawa bebauan rumput dicampur aroma tanah yang menelisik ke buku jendela dan fentilasi sekedarnya. harmonisasi ini membuat malammu punya khas dengan super-krik-nya tanpa hiphiphura. lalu, mengantarkan lelap dengan bunga-bunga tidur. kamu bandung, meski tak seramai dan tak semeriah ibu kota, aku berani katakan bahwa aku terlanjur menjatuhkan hati padamu. duhai bandung. tetaplah secantik kamu yang apa adanya, yang bisa membikinku selalu rindu ingin pulang. aku yang selalu terperangkap di dalammu. walau kemana tempat lain sudah pernah disinggahi. dan tolong tunggu aku yang tak akan lama lagi pulang kembali ke tempatmu.
wilujeng tepang bandung, antosan, mojang priangan bade uih :D

14 Februari 2013


halo mentari. maaf baru sempat menyapamu. rangkaian mini paragraf ini sekedar sapaan singkat untuk mu. apa kau kenaliku? kuharap iya :D atau jika tidak, perkenalkan aku yang memiliki nama hampir sama denganmu. tiga suku kata yang hampir sama dengan sebutan untukmu. hanya saja tinggal kau tukar suku kata pertama dari namamu. huruf m, e, dan n dengan l, e, dan s. kupikir nama kita berdua sama-sama indah bukan? :D o ya mentari.. apa kau tau? hantaranmu cukup berhasil menggelapkan kulitku disini. tidak apa :D itu bukan masalah besar untukku. asal orang lain masih dapat membedakan antara warna serbuk kopi, kecap manis, aspal panas, dan juga kulitku :) mentari.. izinkan aku bertanya sedikit tentangmu yang diam di angkasa. seperti apa rasanya berada di atas sana? apa yang kau lakukan malam-malam begini? apa sama denganku? tidurkah? kurasa tidak. ditempat rebah, aku menatap ke arah jendela yang sengaja dibuka. biar temanmu angin bisa berkunjung kesini. ke kamarku tentu. tolong sampaikan terimakasih untuknya. dia telah membantu ku mengusir gerah. malam-malam begini aku juga bisa melihatmu. hanya saja dalam bentuk yang berbeda. aku tau, cahayamu kau pinjamkan pada bulan kan? tepat di lubang jendela itu ada bulan menggantung pada kanvas langit yang legam. kalau boleh jujur, disini kami pernah mengeluh tentang kamu. kamu yang kadang berlebihan menebar senyum untuk kami di jakarta. sudah kurang lebih dua bulan kami harus berjalan kaki sekitar lima belas menit dari tempat kost untuk sampai ke kantor, atau sebaliknya. jadi, jangan salahkan kami yang berlagak kecentilan. lebih mencintai payung, bayangan rindang pohon, dan gedung pencakar langit, dari pada sinarmu di siang hari. kami menghindari terikmu. tapi tidak bisa. peluh pun ikut berpesta disini. maafkan kami. mentari.. apa pantas kami mengeluh? kalau pagi kau begitu menghangatkan, siang terlalu menyengat, sore lembayungmu merona, malam giliran hitam yang meraja. andai saja kami lebih mengerti. bahwa itu sebenarnya adalah kamu mentari. wujudmu yang satu. hanya saja kami memandangmu dari sudut elevasi yang berbeda. sekali lagi, maafkan kami yaa mentari. kami sadar. kami para manusia kurang gemar bersyukur. kami terlalu pintar mengingat yang buruk dan melupakan yang baik. mentari, kali ini giliranku yang ucapkan beribu terimakasih untukmu. jika bukan kau, siapa lagi yang keringkan jemuran :D jika bukan kau, siapa lagi yang berikan nutrisi cuma-cuma untuk kulit dan tulang di waktu pagi. lalu, jika bukan kau, maka banjir disini tidak akan lebih cepat menyurut. iya kan? jadi mentari.. terimakasih untuk pagimu yang menyegarkan, siangmu yang benderang, soremu yang nampak menyelaksa, terimakasih juga untuk malammu yang selalu mau pinjamkan sinarnya pada bulan. ajari kami bagaimana caranya agar pandai bersyukur. salam hangat kami kirimkan untukmu. kami yang telah terlupa betapa setianya kamu di atas sana. dari saya atas nama kami untuk kamu. mentari.

13 Februari 2013


hari ini diakhiri dengan segenggam harapan
dan sejumput keyakinan
ditemani deras hujan yang turun dari langit Jakarta
entah kenapa bejana air di kelopak mata pecah seketika
merembesi sudut mata
membuatnya berkaca
tiba-tiba ada senyum kecilmu menyiluet disini
ah
sadar
itu dosa
tapi
kalau boleh ku jujur pada air yang jatuh
kataku kamu adalah asa dan angan
hingga ingin kususun untukmu masa-masa ke depan
bersamamu pasti
berpuluh tanya ingin ku lontar
tapi sungguh tak sanggup kuutarakan
hanya sedikit cara yang bisa kulakukan
menyulam kesabaran
mendulang keikhlasan
merenda kekuatan
dalam penantian cukup panjang
ya
butuh tenaga
agar mampu melangkah sempurna
agar selalu terarah ketika semangat perlahan patah
ya
butuh juang
agar mampu mempertahankan ini
agar selalu kembali pada niat karena-Nya
kelak yang ku mau adalah kita
bukan aku
bukan kamu
maka
izinkan aku bertanya tentang satu hal yang paling krusial
apa ingin mu sejalan dengan ingin ku
dan
maukah kau temaniku setiap saat
menjadi istriku
mari
tuliskan cerita ini beriringan denganku
buatkan kisah terbaik dalam sebuku memoir
tentu bersamaku

11 Februari 2013


menghitung banyaknya usia

menumpuk di setiap mili detik

harapan terbang dengan sayap doa

ke arah langit dia bersaksi

menua setiap hari

ingin semakin tau cara mengerti

karena hidup memang harus berarti

biar tak percuma di bumi

selamat mengenal jauh dekat

baru terasa setelah lama tak pulang

memaketkan kolaborasi cerita yang seimbang

ketika jauh

dan ketika dekat

ini menuntut diri wajib jadi dewasa

yang setiap jedanya terselip seutas rasa

suka cita dan atau duka lara

disini aku mulai tau

tentang apa yang mungkin kalian belum tau

perihal sesuatu yang tertanam kemudian tumbuh

disemai dengan rasa ke-kakak-kakak-an yang semakin mengembang

sekelumit perasaan ini memang terlanjur ada

mungkin sebelum kalian ada

taukah kalian

kalian jauh rinduku kambuh

mengepul lalu membumbung tinggi ke angkasa

dan terus mengawang di semestaku

berputar tak mau diam di pikiranku

belum sembuh sampai ada kata temu

barangkali hanya sulit mengaku

bahwa aku begitu sayang kalian

26 November 2012

crpn: crt hjn (123 bln)


Hening, semua hanyut dalam aktifitas yang melulu itu-itu saja. Sejenak kuputar kepala seratus delapan puluh derajat dari kanan ke kiri mengamati rekan kerja yang juga melulu. Ah.. kupikir ini saatnya untuk bercengkram riang dengan si lepi dongker inventaris, menggelitik tutsnya sesuka hati, menyusun huruf demi huruf hingga menjadi kata lalu kalimat hingga akhirnya terangkai paragraf. Diluar sana, suara hujan bergemuruh membasahi jalan aspal. Kudengarkan irama hujan diiringi dengan petir, mengagetkan, seketika membuat geletar di hati. Ini musim hujan pertamaku, musim hujan di tanah tangerang yang khas dengan udaranya yang panas lembab membuat pemakaian hand and body lotion sedikit hemat :D minim pemakaian sun protect filter membikin warna kulit asia semakin menciri khas, eksotika Indonesia :O

Semakin membisu, seakan-akan hujan yang turun mampu menenggelamkan suara ke titik terdalam. Simfoninya menghantarkan gelombang teta yang membawa pikiran antara sadar dan tidak sadar. Semakin berat rasanya membuka kembali Microsoft si raja tabel dan formulasi, sementara berhenti dulu dari produktifitas kerja barang beberapa menit saja, mengasingkan diri dari row, column, dan sheetnya excel. Sadar, ini akan membuat pekerjaan semakin menggunung. Tapi tidak apa-apa lah pikir saya, ini adalah sejentik upaya untuk menggeser kata monotone menjadi politone dalam aktifitas di meja kursi dan ruang kerja berukuran lima kali empat meter. Membuka layar word putih polos tanpa garis horizon dan vertikal lalu menodainya dengan beberapa bait racauan.

Mari kita meracau.

10 Agustus 2012

untuk Ibnu Sina :)


Dahulu..
Yang namanya dahulu itu mungkin sering terasa menyenangkan yah :) Dahulu itu adalah masa-masa yang telah terlewati. Dahulu itu selalu punya kenangan, senang atau bahkan sedih. Dahulu itu bisa bikin kita senyam-senyum sendiri kalau diinget-inget. Dahulu itu juga bisa membuat suasana terulang ketika diceriterakan kembali. Itulah yang membuat semuanya lebih menyenangkan. Apalagi dulu waktu jamannya SD, masih seneng-senengnya main :D Main kasti, jalan-jalan ke sawah sungai bukit, ikutan lomba pramuka, lomba tahfizh, pesantren alam, solat dzikir berjamaah, dan masih banyak lagi.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya Lestari Amaliani alumnus SD Ibnu Sina tahun 2003 angkatan ke-5. Bisa dibilang saya angkatan yang lumayan sepuh :D Berarti sudah 9 tahun saya lulus dari SD Ibnu Sina. Banyak hal yang saya dapat. Mulai dari disiplin waktu sampai ke kejujuran sekalipun. Yang tidak bisa saya lupa, ketika saya masuk SMP (dulu SMP Ibnu Sina belum ada), saya tidak terbiasa dengan kebiasaan teman-teman baru saya, saat mereka asik contek mencontek yang sepertinya sudah dianggap lumrah :) Karena sejak SD kami dilatih untuk berlaku jujur, hingga saya tidak pernah merasakan atau melihat yang seperti itu. Pas ulangan pada anteng ngerjain sendiri-sendiri.
Semoga adik-adik yang belum lulus juga bisa membawa kebiasaan baik setelah lulus dari Ibnu Sina yah :) Biar bisa jadi teladan buat yang lain :)

11 Juli 2012

sdkt.ttg.rk


puja puji untukNya karenaNya segala urusan Dia beri kemudahan, terimakasih Allah .

pagi tadi, sebelum pamit ibu berangkat ke kampus untuk disidang sekitar pukul 6 sy sempatkan untuk meminta doa ibu biar lebih afdol :> “bu, doain tth ya, tth sidang sekarang.” “iya sok ibu doain semoga Allah kasih kelancaran.” Ga lupa juga sms bp yg nun jauh disana, kota sebelah, “Assalamualaikum pa, tth sidang hari ini, doain ya.” Lama ta ada balasan, sy sms lagi, “Pa tth sekarang sidang, minta doanya.” Beberapa saat kemudian, “deredet.. deredet..” hp bergetar 3,2 skala richter saking antusiasnya nunggu doa bapa. Dan ternyata isinya sms doa semua, Alhamdulillah.

07.19 ibu sms:
“Ya Rabb..putriku hari ini mau sidang, berikanlah kemudahan, kelancaran dalam menghadapi segala urusan dan beri kefasihan dalam berbicara hanya kepada-Mu kami bergantung dan Engkau sebaik-baiknya pemberi pertolongan, aamiin..”

07.25 bp sms:
“Insya Allah, semoga Allah beri pertolongan untuk teteh. Aamiin.”

07.27 bp sms lagi:
“Selamat berjuang..”

byurrr ,tiba-tiba serasa diguyur lalu basahlah sampai ke hati ..

Dapet doa ini juga, “Rabbisrohlisodriwayassirliamriwahluluqdatamilisaniyafqouqouli.”
Allah , bukakanlah hatiku..mudahkanlah urusanku..lancarkanlah lidahku..agar mereka mengerti perkataanku .

Ini malah jadi terharu sebelum sidang mulai T_T

…..


09 Juli 2012

sedikit kampanye anti rokok

Assalamualaikum ade kaka bapa ibu om tanteu aki nini dan teman-teman .. besok sy mau sidang . neda dihapunten bilih aya kalepatan, neda piduana ti ibu sareng bapa sareng sadayana, mugia sing dilancarkeun, dipasihan penguji nu balalageur tur someah, aamiin . TA pertama sy di SMK tentang Uji Kaplet Aurobion Alhamdulillah telah kandas tiga tahun lalu, TA kedua sy di Poltekkes tentang Rokok dan Diabetes insya Allah akan segera dikandaskan juga besok di ruang rapat adum tepat satu jam dari pukul 08.00 sampai 09.00 waktu Indonesia bagian gunung batu. Sy harapkan tema TA saya kali ini dapat ikut berkontribusi dalam salah satu kampanye anti rokok :D :D :D semoga para perokok jera dan mau meninggalkan kebiasaan buruknya itu. Ya.. semoga saja .walau tidak mungkin semuanya, tapi sy harap ada beberapa yang mau segera insap :>> aamiin



o iya ..sy sebagai orang yang sedari kecil berkiprah di dunia per-kendaraan umum-man untuk dijadikan transportasi menuju sekolah, sy rasa sy sampai mencintai angkot, bahkan dibilang juragan angkot pun sy ikhlas. Entah kapan sy bisa pakai motor, sekalinya latihan gaberani ngoper gigi, teruusss aja di gigi satu, kebanyakan takutnya, takut jatoh. Saat sy PG sy jalan kaki karena sekolahnya tetanggaan sama rumah, TK dan SD naik motor bapak dianter jemput atau naik Damri karena sekolahnya di Cicaheum Padasuka jauh dari rumah, SMP naik angkot satu kali, SMK naik angkot satu kali, Kuliah naik angkot dua kali ditambah naik Sado, transportasi hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, kecuali buangannya baik itu feses atau urinnya kuda yang tergeletak berhamburan menebar di sepanjang jalan cimindi sampai gunung batu lalu ke babakan loa bak hiasan jalanan, tepat di depan kampus, saya rasa baunya tidak ramah, membuat sedikit polusi udara, emm.. aroma yang khas akan menambah kerinduan kampus yang sebentar lagi akan sy tinggalkan, insya Allah :P tuh kan, dilihat dari riwayat hidup sy aja sampai detik ini sudah bisa ditebak sy begitu bersahabat karib dengan yang namanya angkot.



crpn

..........



Siang tadi, matahari betah bertengger manis di birunya langit. Berhasil menyengat kulit. Sesekali , berharap teriknya sembunyi di balik awan. Teduh seketika. Hilang kegerahan. Ya.. ini baru seujung kuku panas dunia. Bagaimana dengan panasnya alam sana??? Naudzubillah



Aku bersandar di kursi depan angkot :> kujadikan buku OSD sebagai sahabat selama satu jam perjalanan menuju kampus. Halaman demi halaman buku itu berhasil mengaduk rasa. Seperti berdialog dengan buku. Tiba-tiba senyum sendiri, tiba-tiba terbahak, kadang haru, kadang sedih, hingga hampiirr saja bulir-bulir bening menyeruak keluar dari pelupuk mata.



17 Juni 2012

cerpen: bicaramasadepan

selalu merasakan hal yang sama di setiap senin pagi.. dibuat cengeng seketika :l ….. saat bp pergi ke luar kota lalu pulang setiap jumat sore. apalagi saat bp mendaratkan sun sayang ke kening, pipi kanan, lalu pipi kiri sambil berucap,

“bp pergi y :) assalamualaikum” .

dan semakinlah menjadi-jadi air merebak di kedua sudut mata. namun selalu tertahan, tepatnya.. sengaja ditahan, malu :) malu sekali menangis di depannya. terbayang kata-katanya jika aku menangis karena ini ,

“loh .. kenapa nangis segala? anak cengeng.” sambil mengusap kepala ngacak-ngacak rambut seperti yang sering dilakukannya pada raihan.

entah kenapa selalu terbayang kalau ini adalah pertemuan terakhir dengan orang yang tersayang, karena umur itu tidak akan ada yang tau, iya kan?

why am i so sensitive?? :(

maafkan anakmu yang katanya sudah beranjak dewasa namun nyatanya masih terlihat kekanak-kanakan.. kekanak-kanakan sekali memang -_-

***

14 Mei 2012

Ksatria Juga Menangis


Hari tadi, seharusnya saya pergi ke kampus, menyaksikan teman-teman ‘bertarung’ di meja sidang mempertanggungjawabkan apa yang didapat dan dikerjakan selama 7 minggu PKL (Praktek Kerja Lapangan) di rumah sakit dalam dan luar kota di tambah 2 minggu PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa) di puskesmas pilihan dalam kota (tapi nyatanya malah terlaksana di kota yah, bukan di desa, pinggir jalan utama pasteur, perempatan RSHS, tepatnya puskesmas pasirkaliki, it should be said.. PKMK , Pembangunan Kesehatan Masyarakat Kota :p)

Hari tadi, seharusnya jasad dan ruh saya ada di ruang 'mencekam' tempat penentuan nilai akhir 6 dan 4 sks. Seharusnya saya duduk terpana :P melihat penampilan teman-teman di kampus sana, walau hanya sekedar memberi semangat, menjadi pendengar yang baik, memberikan tepuk tangan, dan juga... bersorak sorai (tentu hal yang satu ini tidak benar untuk dilakukan di ruang sidang).

Tapi, apa daya, Allah berkehendak lain. Sistem imun pun harus kalah tempur melawan virus-virus yang meraja di tempat berkumpulnya orang sakit. Ya.. saat saya PKMD di puskesmas saya akui saya kurang memperhatikan kondisi tubuh. Berangkat tanpa sarapan, makan sehari sekali, alat pelindung diri tidak digunakan (masker, sarung tangan, jas lab) , tidur larut malam, jangan ditiru ya!! sekali lagi, jangan ditiru!! (siapa juga yang mau niru) ditambah kondisi puskesmas yang saya rasa (maaf) kurang terjaga higiene dan sanitasinya. Akhirnya kondisi saya memble begini, berawal dari sakit tenggorokan, lalu bersin-bersin, pilek, sedikit puyeng dan uhuk.. batuk-batuk . Tapi ambil hikmahnya saja.. sejenak , akhirnya saya bisa istirahat rada-rada panjang.

Itu tadi beberapa kata pembuka, karena sebenarnya bukan itu yang ingin saya ceritakan :D, langsung saja to the point.. seperti judul yang sudah saya tuliskan di atas "Ksatria Juga Menangis" , daripada tiduran gajelas lebih baik saya cari kegiatan yang sedikit produktif, maka dari itu, tadi saya ngobrak-ngabrik rak bukunya ibu :p eh, nemu buku jadul pisan cetakan pertama tahun 1985 terbitan Mizan, itu adalah buku kumpulan kisah zaman Nabi dan para sahabatnya. Disini yang akan saya ceritakan adalah Imam Ali bin Abi Thalib r.a.


begini singkatnya…..

10 Mei 2012

renungan *based on true story*


ini cerita lama dari kaskus (tapi saya baru baca ;p) ,nemu di dashboard tumblr, reblogannya delia..
ceritanya sukses bikin saya termehek-mehek T_T .semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. karena isinya kaya akan 'pelajaran' . selamat membaca!!! =.)


Gan, ane cuma mau sharing aja..

mohon sempetin baca ampe abis kalo agan berkenan..

barusan ane istirahat makan di kantor ane,kebetulan kantor ane di daerah yang lumayan ‘minus’ sih gan.. kalo agan-agan yang ada di Jakarta mungkin tau daerah Stasiun Kota kaya gimana.
Banyak pengemis, gelandangan dan orang-orang yang tingkat kehidupannya (maaf) dibawah kesejahteraan.

Sebelum nyari makan, ane beli rokok dulu gan biar tar abis makan ga bingung nyari rokok.. Ane nyalain satu batang..
Sambil ngerokok ane jalan buat nyari tempat yang enak buat duduk dan makan.
sampe akhirnya ane nemu sebuah tempat yang menurut ane enak dan teduh,ane celingukan soalnya semua tempat duduk uda dipake orang-orang.

Di sela-sela celingukan ane, seorang bapak tua bilang ke ane:
“Silakan pak, disini aja duduk sama saya” katanya..
ane iyain aja gan, meskipun rada panas tapi yang ada cuman disitu doang..

Ane perhatiin bapak itu gan, orangnya uda tua banget, kurus, giginya uda ompong,rambutnya uda putih semua, bawa-bawa tas besar ama kresek isinya plastik-plastik gitu..
Ane ga sempat foto gan,ga enak juga kalo ane moto2, tar dikira apaan..

Dimulailah obrolan ane ama bapak itu gan
Ane : A
Bapak: B

27 April 2012

cerbung(ceritagaknyambung)=meracau


…………………….

Namaku Muhammad Arkan. Anak sulung 3 bersaudara semua lelaki. 1 adikku kelas 3 di SMA Negeri 3 Bandung. 1 lagi kelas 3 di SMP Negeri 3 Bandung. Kini usiaku sudah beranjak 24 tahun. 3 tahun yang lalu aku telah merampungkan pendidikan sarjanaku di salah satu perguruan tinggi negeri kota Bandung, ITB (Institut Teknologi Bandung). Aku bekerja di perusahaan asing ternama dan menduduki jabatan yang cukup tinggi. Alhamdulillah penghasilanku juga cukup. Cukup untuk orang tua, cukup untuk adik-adik, cukup untuk menabung, cukup untuk disedekahkan.

***

Ini hari minggu. Aku duduk di kursi malas sambil membaca buku di perpustakaan pribadi milik ayah. Entah mengapa aku memilih buku yang berjudul ‘Ensiklopedia Lelaki Muslim’ untuk aku baca. Buku ini bagus sekali. Halaman demi halamannya terus membuka pikiranku untuk semangat menjalani masa kini dan menghadapi masa depan sebagai seorang lelaki yang taat beragama. Tiba di pertengahan buku, aku telungkupkan buku tebal itu. Aku alihkan pandanganku ke luar jendela hingga yang ku lihat hanya birunya langit dengan sekumpulan awan berarak terbawa angin. Lalu aku merenung dengan isi-isi kepalaku yang terus berlompatan. Mencoba merangkai pikiran yang sedang melanglang buana untuk masa depan.

Aku berfikir. Kehidupan masa dewasaku terus berlanjut di antara kegamanganku sendiri akan arti masa depan bagi seorang lelaki. Banyak orang yang mengatakan, klimaks sebuah kehidupan adalah pernikahan. Menjadi seorang suami dan ayah dari anak-anaknya. Itu kedengarannya manis sekali. Ideal untuk diterapkan pada umurku yang sudah sepatutnya. Tapi bagi diriku, disinilah letak kegamangan hidup yang kurasakan. Di satu sisi aku sangat menyukai kata-kata manis dan ideal itu. Alangkah bahagianya hidup dengan predikat sebagai seorang suami dan ayah dari beberapa anak yang dilahirkan dari rahim seorang istri solehah. Tapi di sisi lain, aku dikejar rasa cemas dan takut. Apakah predikat itu akan disandang oleh semua lelaki dengan sempurna dan seideal itu? Bagaimana bila aku tidak bisa menjadi nahkoda yang baik dan benar untuk seluruh awak kapal? Akan mampukah aku menjalin bahtera rumah tangga dengan penuh rasa kebahagiaan di dunia dan di akhirat-Nya kelak? Sungguh pikiran-pikiran itu menghantui diriku. Tapi aku ingin segera setepatnya menyempurnakan ibadahku.

Dunia perkuliahan, organisasi, dan perkantoran membuatku mempunyai kesempatan berkenalan dengan banyak tipe wanita. Ada beberapa yang kusukai, tapi lebih banyak yang kuhindari karena watak mereka tergambar jelas dari sikap, sifat, dan penampilan. Mungkin ini hanya analisaku saja.

***