terinspirasi dari matakuliah forensik (dr. Berliana) dan ketika sedang belajar tahsin (Ustzh. Ismalia) . .
saya menemukan adanya sinkronisasi antara fakta kematian dengan ayat Al-Qur’an,
dan akhirnya tiba-tiba terpikirkan tentang proses kematian hingga nantinya dihidupkan kembali,
Maha Besar Allah Dzat Yang Maha Segalanya . .
menurut ilmu forensik, ini adalah tahapan setelah kematian yang akan ditemukan dilihat dari perubahan biologis.
Algormortis: suhu tubuh berubah saat mati, menurun.
Livormortis: lebam mayat, timbulnya warna kemerahan yang muncul dipunggung atau bagian terendah karena darah mengikuti gravitasi, biasanya muncul 1/2 jam setelah mati dan pada tahap ini lalat mulai menghampiri.
Rigormortis: timbul kekakuan 1-2 jam setelah mati.
Autolisis: kematian se-sel jaringanl.
Putrefaction: pembusukkan di perut kanan bagian bawah dekat sekum.
Mumifikasi: dehidrasi jaringan sehingga terjadi pengeringan dan menghentikan pembusukan, jaringan berubah menjadi keras dan kering, berwarna gelap, berkeriput.
Skeletolisasi: pemisahan tulang dengan tulang, terjadi dalam waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun setelah kematian.
saya menemukan adanya sinkronisasi antara fakta kematian dengan ayat Al-Qur’an,
dan akhirnya tiba-tiba terpikirkan tentang proses kematian hingga nantinya dihidupkan kembali,
Maha Besar Allah Dzat Yang Maha Segalanya . .
“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan maut.” (Ali Imran : 185)
menurut ilmu forensik, ini adalah tahapan setelah kematian yang akan ditemukan dilihat dari perubahan biologis.
Algormortis: suhu tubuh berubah saat mati, menurun.
Livormortis: lebam mayat, timbulnya warna kemerahan yang muncul dipunggung atau bagian terendah karena darah mengikuti gravitasi, biasanya muncul 1/2 jam setelah mati dan pada tahap ini lalat mulai menghampiri.
Rigormortis: timbul kekakuan 1-2 jam setelah mati.
Autolisis: kematian se-sel jaringanl.
Putrefaction: pembusukkan di perut kanan bagian bawah dekat sekum.
Mumifikasi: dehidrasi jaringan sehingga terjadi pengeringan dan menghentikan pembusukan, jaringan berubah menjadi keras dan kering, berwarna gelap, berkeriput.
Skeletolisasi: pemisahan tulang dengan tulang, terjadi dalam waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun setelah kematian.