Laman

--------------------------------- Memotret kehidupan dalam suatu rangkaian bahasa dan frasa 8.) ---------------------------------

16 Maret 2012

Pemeriksaan Protein Urin

Protein Urine
Proteinuria biasanya disebabkan oleh penyakit ginjal akibat kerusakan glomerulus dan atau gangguan reabsorpsi tubulus ginjal.

Proteinuria
Adanya protein dalam urine
Orang sehat : ekskresi urine < 30 mg/24 jam
Proteinuria : ekskresi ³ 300 mg/24 jam

Kualitatif
Tujuan
Untuk mengetahui adanya protein dalam urine
Prinsip
Untuk menyatakan adanya protein dalam urine yang ditunjukkan dengan adanya kekeruhan dengan cara penambahan asam akan lebih mendekatkan ke titik isoelektris dari protein pemanasan selanjutnya mengadakan denaturasi sehingga terjadi presipitasi yang dinilai secara semi kuantitatif.

Alat dan Reagensia
1. Tabung reaksi
2. Penjepit tabung reaksi
3. Api spirtus
4. Sampel urine
5. Asam asetat 6%

Prosedur kerja
1. Disiapkan semua alat yang diperlukan
2. 2 ml urine dimasukkan dalam tabung, satu tabung sebagai tes dan satu tabung sebagai kontrol
3. Tabung dimiringkan dan panaskan permukaan urine di atas api sampai mendidih
4. Dibandingkan kekeruhan yang tampak pada bagian yang dipanasi dengan bagian bawah yang tidak dipanasi
a. Bila terjadi kekeruhan ditetesi 3-5 tetes asam asetat 6% dan perhatikan kekeruhan tetap ada atau menghilang
b. Evaluasi kekeruhan yang tampak dengan dasar/latar belakang warna hitam dan bandingkan dengan sampelnya.
5. Tabung di panaskan lagi sampai mendidih, kemudian baca hasilnya.

Interpretasi Hasil
(-) : Tetap jernih
(+1) :Ada kekeruhan ringan tanpa butir-butir (0,01-0,05 g/dl)
(+2) :Kekeruhan mudah dapat dilihat dan tampak butir-butir (0,05-0,2 g/dl)
(+3) :Urine jelas keruh dan kekerihan itu jelas berkeping-keping (0,2-0,5 g/dl)
(+4) :Urine sangat keruh dan bergumpal (lebih dari 0,5 g/dl)

Semi Kuantitatif
Tes Esbach
 Merupakan pemeriksaan untuk menilai kadar protein dalam urin (proteinuria). Hasil positif di lihat dengan adanya kekeruhan dan tingkat kekeruhan sesuai dengan kuantitatif protein.. Pemeriksaan ini terkenal karena kemudahannya. Sampel urin yang digunakan untuk tes esbach ini adalah dari pengumpulan urin 24 jam yang ditampung.

Jadi untuk mendapatkan sampel urin ini, pasien diharuskan menampung semua urinnya selama 24 jam mulai dari jam 6 pagi sampai jam 6 pagi pada hari berikutnya. Urin yang keluar pertama kali pada pagi hari tidak ditampung, karena merupakan hasil dari malam harinya. Jadi urin mulai ditampung setelah berkemih pertama kali pada pagi hari sampai pasien berkemih pertama kali pada pagi hari di hari berikutnya. Pengumpulan urin 24 jam ini membuat pasien tidak nyaman dan tidak praktis karena pasien harus membawa kemana-mana tempat untuk menampung urinnya, serta sering kali pasien lupa untuk menampung urinnya ketika sedang berkemih.

Tujuan :
Untuk menentukan kadar albumin dalam urine secara semi kuantitatif.
Prinsip :
Pemeriksaan kadar protein secara kuantitatif berdasarkan jumlah endapan yang diperoleh dari urine 24 jam yang ditambahkan pereaksi esbach dan didiamkan 24 jam.

Alat dan Reagensia
Alat :
1. Tabung Esbach
Reagensia :
1. Reagen Esbach
Sampel :
Urine 24 jam

Prosedur kerja :
1.  Urine dimasukkan dalam tabung Esbach sampai tanda “U”
2. Menambahkan reagen Esbach samapi tanda “R”
3. Tutup dengan tutup karet lalu kocok bolak balik
4. Lihat endapannya setelah disimpan 24 jam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar