Laman

--------------------------------- Memotret kehidupan dalam suatu rangkaian bahasa dan frasa 8.) ---------------------------------

20 Maret 2012

Tes Tubex

minggu ke-4 praktek kerja lapangan di RSAI , meraup banyak hal baru, metode baru, tes baru .seiring dengan kemajuan IPTEK pemeriksaan laboratorium semakin berkembang, dikemas hingga menjadi alat yang super kecil sampai yang gedenya kaya mobil .
kali ini sedikit mengupas tentang pemeriksaan demam typhoid yang disebabkan oleh Salmonella sp. , tes tubex .prinsipnya sama seperti ELISA (sandwich assay) .

Gejala klinis demam typhoid sangat bervariasi dan tidak selalu spesifik. Pemeriksaan serologi berguna untuk mendiagnosis demam tifoid.  Tubex adalah pemeriksaan serologi baru yang cepat dan mudah serta bersifat spesifik dalam mendeteksi anti-Salmonella 09/gM . Meski demikian Tubex lebih mahal daripada Widal yang telah digunakan pada umumnya untuk mendiagnosa demam typhoid.




Caranya (hanya untuk serum yang  tidak lipemik dan tidak lisis, untuk serum lipemik atau lisis ada cara tersendiri):
  1. Masukkan 45 mikron brown reagen pada kuvet yang sudah disediakan
  2. Tambahkan 45 mikron serum (darah lengkap dibekukan/tanpa antikogulan, lalu dicentrifuge)
  3. Homogenkan dengan pipet 10 kali
  4. Inkubasi 2 menit
  5. Tambahkan 90 mikron blue reagen
  6. Shake ke kiri dan ke kanan selama 2 menit
  7. Inkubasi 5 menit, samakan warna yang terbentuk dengan warna standar



Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF  :
  • Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat
  • Salmonella typhi, karena antibody IgM
  • muncul pada hari ke 3 terjadinya demam.
  • Mempunya sensitivitas yang tinggi
  • terhadap kuman Salmonella ( > 95 %)
  • Hanya dibutuhkan sample darah sedikit,
  • Hasil dapat diperoleh lebih cepat.

1 komentar: