Laman

--------------------------------- Memotret kehidupan dalam suatu rangkaian bahasa dan frasa 8.) ---------------------------------

12 September 2011

Computer Vision Syndrome Serang Pengguna Komputer


Bila anda pengguna komputer berat, lalu merasakan gejala mata lelah dan kering, sakit kepala, hingga muntah-muntah?  Waspadalah, karena anda bisa jadi dihinggapi penyakit Computer Vision Syndrome (CSV).

CVS adalah gangguan pada mata akibat pemakaian komputer yang terlalu lama secara   terus   menerus.   Kelelahan   pada   mata   merupakan   salah   satu   indikasi seseorang  terserang  CVS,  tanda-tanda  lainnya  seperti  mata  kering,  iritasi  mata, pandangan buram atau ganda dan sensitif terhadap cahaya.

Sindroma  penglihatan  akibat  komputer  ini  memang  belum  lama  berkembang. Asosiasi Optometri Amerika baru baru mensinyalir gangguan ini sekitar awal tahun 1990-an.  Memang,  di  tahun-tahun  itulah  pengguna  komputer  mulai  marak  dan keluhan seputar mata pun bertambah banyak, diperkirakan 60 juta orang Amerika menderita  menderita  CVS.  Kendati  sudah  menggunakan  antiradiasi  atau  filter  di layar  monitor,  tidak  berarti  anda  akan  luput  dari  serangan  CVS.  Karena,  alat tersebut  hanya  mampu  mengurangi  sindroma  ini  hingga  70%.  Alat  tersebut  juga dapat  mengurangi  radiasi  hingga  90%,  tapi  tetap  saja  tidak  bisa  menghilangkan CVS sama sekali.

Ada  beberapa  faktor  yang  bisa  menyebabkan  munculnya  CVS,  yaitu  jenis  atau karakteristik monitor komputer, serta adanya kelainan refraksi atau pembiasan pada pengguna. Karekteristik monitor dengan       resolusi rendah termasuk yang menyebabkan  gangguan  ini.  Juga,  pemakaian  kacamata  yang  tidak  pas  atau melepas kacamata saat di hadapan monitor baik minus, plus, maupun silindris akan memperburuk CVS yang terjadi.

Saat seseorang melihat suatu objek, maka melibatkan enam otot penggerak pada setiap  mata.  Bukan  hanya  otot  bagian  luar  saja  tapi  juga  otot  bagian  dalam. Keenam  otot  tersebut  terdiri  dari  empat  otot  rektus  dan  dua  otot  obliqus  yang berperan      dalam      memfokuskan         bayangan       benda,      juga    stereokopis     atau binokularitas.

Otot-otot   ini   juga   menjadi   penyebab   kelelahan   mata   (astenopia)   bila   orang dengan  kelainan  refraksi  tidak  menggunakan  kacamata.  Apabila  matanya  minus sekaligus  silindris,maka  kemungkinan  pertambahan  jumlah  minusnya  lebih  besar. Tapi,  bila  kacamatanya  dipakai,  mata  akan  lebih  rileks  dan  fokusnya  tidak  terlalu kuat,  sehingga  keenam  otot  tadi  tidak  terlalu  berat  untuk  melihat  layar  komputer yang rata-rata hurufnya kecil-kecil.

3 langkah untuk mengurangi CVS:

-  Gunakan  monitor  beresolusi  tinggi  dengan  kerlipan  monitornya  (flicker)  sangat minimal.  Ini  berguna  untuk  mengurangi  kelelahan  dan  akomodasi  mata.  Serta usahakan format karakter 7x9 pixel.

- Jarak mata ke monitor sekitar 45-70cm. Jarak optimal adalah 50-60cm.
- Usahakan letak monitor lebih rendah dari posisi kepala atau mata.

Beberapa gerakan praktis untuk rileksasi otot dan mata:

Supaya mata dan otot-otot tidak letih. Lakukanlah istirahat beberapa menit setiap satu jam anda menggunakan komputer. Waktu jeda itu  bisa diisi untuk melakukan gerakan-gerakan rileksasi sebagai berikut:

Untuk rileksasi otot:

- Lenturkan badan ke kiri dan ke kanan.

- Pegang bahu dengan tangan kemudian putar ke arah depan dan belakang.

-  Letakkan  tangan  di  belakang  leher  dengan  posisi  bahu  meyandar  pada  kursi, kemudian tarik ke depan dan ke belakang secara bergantian.

-  Rileks.  Posisikan  kaki  pada  lantai  serileks  mungkin.  Kemudian,  letakkan  kedua tangan pada pegangan kursi atau bisa juga di atas meja. Rasakan tubuh bagian belakang disangga dengan nyaman. Lemaskan bahu anda. Setelah itu tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan.

Untuk rileksasi mata:

- Gerakan bola mata ke kanan dan kiri secara bergantian dan perlahan.

- Gerakan bola mata ke atas dan ke bawah selama beberapa kali.

-  Lihat  benda  dalam  jarak  dekat.  Tempatkan  jari  tangan  anda  sekitar  20  cm  di depan  hidung,  lalu  pandangalah  beberapa  saat.  Berikutnya  alihkan  pandangan anda ke suatu benda yang jaraknya sekitar 3-4 meter di depan. Lakukan proses ini berulang-ulang.
(to/snr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar